Dipasaran tentunya anda akan ditawarkan dengan jenis-jenis kopi yang beragam. Dari yang kopi lokal bahkan hingga dari luar negeri. Saat ini komoditas kopi memang sedang menjadi trend di kalangan para penikmat kopi.
Hal ini dikarenakan ada kopi tertentu yang memang memiliki kualitas yang terbaik. Salah satunya adalah jenis kopi Arabika. Kopi jenis satu ini memang terkenal akan aromanya yang kuat dan rasanya yang memang nikmat ketika disajikan. Belum lagi harganya yang cukup mahal bila dibandingkan dengan jenis kopi yang lain.
Cara menanam kopi Arabika
Kopi Arabika memang memiliki beberapa keunggulan yang telah dijelaskan diatas tadi. Tentunya dengan mengetahui hal tersebut pastinya bagi anda yang seorang petani dari jenis tanaman kopi lokal berinisiatif untuk beralih membudidayakan tanaman kopi jenis Arabika.
Proses penanaman kopi Arabika sebenarnya tidaklah sulit, bagi anda yang tertarik untuk membudidayakan kopi Arabika dan tidak tahu bagaimana caranya. Anda bisa menyimak penjelasan berikut ini
1. Syarat untuk tumbuh
Kopi satu ini mampu tumbuh dengan baik pada daerah yang mempunyai ketinggian 750-1500 dpl dan suhu berkisar 15-21 celcius. Sangat cocok untuk dibudidayakan di daerah-daerah Indonesia yang mempunyai curah hujan yang sedang.
Sementara itu, bila kopi Arabika ditanam pada daerah yang kurang dari 800 dpl perlu melakukan perawatan yang lebih rutin. Ini berguna agar tanaman kopi tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah kopi Arabika yang melimpah.
Kopi Arabika sebenarnya sangat rentan terhadap hama dan cuaca yang kurang baik akan membuat tanaman kopi ini cepat mengalami kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan serta perawatan khusus secara rutin.
2. Penyakit atau hama
Penyakit yang biasa menyerang pada tanaman kopi Arabika adalah karat daun. Ciri-cirinya dapat dikenali dari daun yang menguning serta munculnya bintik kecoklatan. Bila anda tidak melakukan pengobatan secepatnya dengan pestisida, penyakit ini akan menyebar ke seluruh bagian pada daun tanaman kopi.
Bahkan, bila tidak cepat ditangani penyakit tersebut akan menyerang pada buah, batang, dan tunas muda pada tanaman kopi Arabika.
3. Pemilihan bibit berkualitas
Pembibitan pada kopi Arabika dapat anda lakukan dengan cara biji ataupun cangkok. Jika anda ingin tanaman kopi Arabika berbuah cepat, anda bisa memilih opsi kedua dengan sistem cangkok. Karena bila anda memilih menggunakan biji, akan membutuhkan waktu yang lama.
Tetapi dalam waktu sekarang ini kebanyakan petani kopi Arabika lebih memilih menggunakan biji yang memang menjadi ciri khas tanaman kopi Arabika.
4. Penanaman
Anda dapat menanam kopi Arabika di lahan yang mempunyai pohon pelindung. Jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi lahannya yang kaya akan unsur hara dan bahan organik. Sementara itu dipelukan Ph tanah yang baik pula berkisar 4-6. Bila belum terpenuhi anda bisa menetralkannya dengan menggunakan pupuk organik.
Untuk lubangnya sebaiknya buat ukuran 1 meter persegi. Kemudian, berikan belerang dan kapur dulumite 250 gram pada waktu tiga bulan sebelum di tanam bibit kopinya. Setelahnya, pada sebulan sebelum penanaman bibit berikan pupuk kompos 3 kg pada setiap lubang galian yang berisi satu batang kopi.
5. Pemupukan
Untuk pemupukan bisa anda lakukan dalam satu atau dua kali dengan ukuran 2 Kg pada setiap batang tanaman kopi Arabika. Anda bisa memilih pupuk kompos untuk pemupukan. Sedangkan untuk cara pemupukannya anda bisa menaburnya dengan mengitari batang tanaman kopi Arabika tersebut.
Selain itu, agar tanaman kopi Arabika bisa tumbuh dengan baik anda bisa juga dengan membuat lubang yang mengitari pada batang kopi kemudian baru ditabur dengan pupuk kompos.
- Home
- Informasi Kopi
- Tanaman Kopi
- Cara dan Tips Menanam Kopi Arabika
Cara dan Tips Menanam Kopi Arabika
Related Posts
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


Comments